Di Tengah Medan Ekstrem, Semangat Gotong Royong Warnai Pembangunan Jembatan Gantung Jatiguwi

 


MALANG - Gemuruh doa dan deru napas berat menyelimuti pinggiran sungai di Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung. Di bawah komando nilai kebersamaan, sebuah misi berbahaya tengah berlangsung: pemasangan tiang pylon jembatan gantung yang akan menjadi urat nadi baru bagi masyarakat Kabupaten Malang.


​Pembangunan jembatan gantung di wilayah Koramil 0818/06 Sumberpucung kini memasuki fase paling krusial sekaligus paling berisiko. Pemasangan tiang pylon bukanlah perkara mudah. Dengan bobot material yang masif dan medan yang menantang, kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal.


​Serda Mashuri, Babinsa Jatiguwi dengan mengenakan seragam loreng yang mulai dibasahi keringat, ia memimpin gotong-royong yang menguras fisik dan emosi.


​"Ini bukan sekadar membangun beton dan baja. Ini adalah tentang keselamatan warga kami. Risiko tinggi adalah makanan sehari-hari, tapi ketakutan kalah oleh semangat kekompakan," ujar Serda Mashuri di sela-sela aktivitas pembangunan.

​Proses penegakan tiang utama (pylon) ini menuntut sinkronisasi sempurna antara personel TNI dan warga setempat. Tanpa alat berat yang bisa menjangkau setiap sudut titik koordinat, kekuatan otot dan strategi teknis manual menjadi tumpuan utama.


​Sinergi TNI-Rakyat Bukti nyata kemanunggalan TNI di wilayah Kodim 0818 Malang dalam mempercepat infrastruktur pedesaan. Jembatan gantung ini diproyeksikan akan memangkas waktu tempuh warga dan meningkatkan aksesibilitas ekonomi di wilayah Sumberpucung. Selama ini, akses antar wilayah terhambat oleh bentang alam yang sulit ditembus.


​Danramil 0818/06 Sumberpucung mengapresiasi kegigihan Serda Mashuri dan warga. Kehadiran Babinsa bukan hanya sebagai pengawas, melainkan sebagai motor penggerak yang membakar semangat warga untuk menyelesaikan proyek ambisius ini meskipun bahaya mengintai di setiap jengkal kabel baja. ***

0 Komentar